Selasa, 22 Oktober 2013

Kalorimetri (Kimia)


Cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan kalorimeter disebut kalorimetri. Data
∆H reaksi yang terdapat pada tabel-tabel umumnya ditentukan secara kalorimetris. 
                Kalorimeter adalah suatu sistem isolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan di luar kalorimeter). Dengan mengukur kenaikan suhu di dalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air dengan rumus :



 
                       Qair = m x c x ∆T

                Q   =  Jumlah kalor
                m  =  Massa air (larutan)
                c    =  Kalor jenis air (larutan)
                C   =  Kapasitas kalor dari bom calorimeter
                ∆T =  Kenaikan suhu larutan (kalorimeter)

                Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh air (larutan) dan bom, tetapi tandanya berbeda.

                Qreaksi = -(qair + qbom)


                Desain dari suatu contoh kalorimeter yang biasa digunakan untuk menentukan kalor reaksi-reaksi pembakaran ditunjukkan pada gambar A. Kalorimeter seperti itu disebut juga Kalorimeter Bom. Kalorimeter bom terdiri dari sebuah bom (wadah tempat berlangsungnya reaksi pembakaran, biasanya terbuat dari bahan stainless steel) dan sejumlah air atau suatu larutan yang dibatasi dengan wadah kedap panas.


              Kalorimeter sederhana dapat disusun dari dua buah gelas Styrofoam seperti gambar B. Styrofoam merupakan bahan nonkonduktor, sehingga jumlah kalor yang diserap atau yang berpindah ke lingkungan dapat diabaikan. Jika suatu reaksi berlangsung secara eksoterm, maka kalor sepenuhnya akan di serap dalam gelas. Sebaliknya, jika reaksi yang berlangsung tergolong endoterm, maka kalor itu diserap dari larutan di dalam gelas. Jadi, kalor reaksi sama dengan jumlah kalor yang diserap atau yang dilepaskan larutan, sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan.  

                                       Qreaksi = -Qlarutan


dipostkan oleh : Sauria

Kamis, 17 Oktober 2013

Matematika


MATH

TRIGONOMETRI
1. Rumus Cosinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
      Rumus cosinus jumlah dua sudut  --->  cos (A + B) = cos A cos B - sin A sin B

    Atau dapat juga menggunakan cara    :
  •   cos (A - B) = cos (A +(-B))
  •   cos (A - B) = cos A cos (-B) - sin A sin (-B)
  •   cos (A - B) - cos A cos B + sin A sin B
    Sehingga, dapat ditemukan rumus cosinus selisih dua sudut, yaitu :
    cos (A - B) = cos A cos B + sin A sin B

2.  Rumus Sinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
    Rumus sinus jumlah dua sudut --->  sin (A + B) = sin A cos B + cos A sin B 

     Rumus sinus selisih dua sudut --->   sin (A - B) = sin A cos B - cos A sin B
  
3. Rumus Tangen Jumlah dan Selisih Dua Sudut
      Rumus tangen jumlah dua sudut ---> tan (A + B) = (tan A + tan B) : 1 - tan A tan B
    Rumus tangen selisih dua sudut  ---> tan (A - B) = (tan A - tan B) : 1 + tan A tan B 

 oleh  : Witriana Lutfi Astari
 

Trigonometri


MATH

TRIGONOMETRI
1. Rumus Cosinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
      Rumus cosinus jumlah dua sudut  --->  cos (A + B) = cos A cos B - sin A sin B

    Atau dapat juga menggunakan cara    :
  •   cos (A - B) = cos (A +(-B))
  •   cos (A - B) = cos A cos (-B) - sin A sin (-B)
  •   cos (A - B) - cos A cos B + sin A sin B
    Sehingga, dapat ditemukan rumus cosinus selisih dua sudut, yaitu :
    cos (A - B) = cos A cos B + sin A sin B

2.  Rumus Sinus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
    Rumus sinus jumlah dua sudut --->  sin (A + B) = sin A cos B + cos A sin B 

     Rumus sinus selisih dua sudut --->   sin (A - B) = sin A cos B - cos A sin B
  
3. Rumus Tangen Jumlah dan Selisih Dua Sudut
      Rumus tangen jumlah dua sudut ---> tan (A + B) = (tan A + tan B) : 1 - tan A tan B
    Rumus tangen selisih dua sudut  ---> tan (A - B) = (tan A - tan B) : 1 + tan A tan B 

 oleh  : Witriana Lutfi Astari
 

Rabu, 14 Agustus 2013

pengertian dan penyusun utama sel hidup


   Sel adalah penyusun dari setiap makhluk hidup. Pada setiap sel itu terdiri dari   berbagai komponen kimia yang di butuhkan oleh setiap makhluk hidup tersebut. manusia saja itu terdiri dari berjuata juta sel yang menyusun.  Sel itu mempunyai tugas yang berbeda-beda. Semua sel dalam tubuh kita saling bekeja sama supaya tubuh kita dapat terkoordinasi dengan baik.
   Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma.
   Komponen-komponen yang menyusun sel antara lain :.
   Berikut adalah penyusun sel
1. Air
   Air di dalam tubuh satu sel itu kira-kira  sekitar 80% – 85%.
air ini berguna untuk melarutkan vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan C. sertamelarutkan zat-zat lain serta untuk mengatur suhu tubuh
2. Elektrolit
   Elektrolit merupakan salah satu zat penyusun sel yang sangat penting karena apabila tidak ada zat ini kehidupan sel tidak akan sehat dan mungkin tidak akan hidup.
3. Protein
   Protein ini merupakan unsur kimia yang menyusun sel yang paling banyak  jumlahnya. unsur yang menyusun sel itu sendiri antara lain atom C,  H,  O,  dan  N.
   setiap 1 gram protein itu setara dengan 4,1 kalori .
4. Lemak
   Lemak yang berada di dalam sel itu tersusun atas  atom C,  H,  dan  O. di dalam lemak tersebut terdiri dari 2 jenis yaitu asam lemak dan gliserol
   setiap 1 gram lemak itu setara dengan 9,2 kalori
   selain itu lemak juga berguna untuk melarutkan zat vitamin yaitu vitamin A, D, E dan K
5. Karbohidrat
   Karbohidrat merupakan sumber energi utama dari sel, struktur karbohidrat sama dengan penyusun dari lemak yaitu atom C, H dan O. lemak sendiri di bagi menjadi tiga kelompok yaitu
a. Polisakarida  merupakan komponen penyusun permukaan luar membran sel. disebut polisakarida karena karbohidrat ini terdiri dari banyak rangkaian. karbohidrat yang masuk jenis polisakarida antara lain amilum dan selulosa.
b. Disakarida merupakan karbohidrat yang terdiri dari 2 cabang, yang masuk karbohidrat jenis ini antara lain maltose dan sukrosa.
c. Monosakarida merupakan karbohidrat yang tidak memiliki cabang karbohidrat jenis ini antara lain glukosa (karbohidrat yang berada pada tumbuh tumbuhan), fruktosa (karbohidrat jenis ini banyak di temui pada buah buahan), dan laktosa (merupaka karbohidrat yang berada pada susu)
itulah sedikit gambaran dari sel yang merupakan penyusun dari semua makhluk hidup